Saya tersenyum kecil, usia kandungan Syasya yang udah memasuki Minggu ke 35, membuat saya was-was sekaligus bahagia. Ah, saya tidak sabar menantikan buah hati kita lahir. Jika dulu saya takut, sekarang tidak lagi. Sedikit banyaknya saya bersyukur bahwa kondisi istri saya selama ini baik-baik saja. Apalagi saat dokter mengatakan, tumor itu sudah hilang. Masyaallah, bahagianya saya. "Besok-besok kalau abis sholat subuh itu olahraga, jalan keliling rumah. Itu kalau gak mau jalan keliling komplek. Biar kaki kamu gak terlalu bengkak juga, biar proses persalinannya juga lancar." jelas saya. Dia hanya tersenyum kecil. Tetap saja, istri saya tidak menyukai olahraga. "Ini, minum dulu susunya. Oh iya, kamu udah sarapan enggak Sya?" "Belum." jawabnya, dan meneguk segelas s**u ibu hamil yang saya

