Perihal Hati

1005 Kata

Kamu tidak akan tahu isi hatiku. Karena perihal hati, hanya akulah yang tahu. ________________ Aku memandangi layar laptop terus-menerus. Berharap apa yang aku kerjakan lekas selesai. Mulai dari setelah sholat tahajud, sampai sekarang aku belum selesai mengerjakan tugas ini. Ya Allah dokter Azzam, gak pernah kira-kira kalau memberi tugas. Ingin menggerutu, tapi itupun juga sia-sia. Tetap saja tugasku menumpuk. "Kok belum tidur Sya." Aku menoleh dan mendapati Umi masuk kedalam kamarku. Tumben sekali, biasanya jam segini Umi masih belum selesai membaca Qur'an nya. "Loh Umi, udah selesai baca Qur'an nya?" "Udah. Kamu kok belum tidur Sya. Kamu loh pulang jam dua belas, tidur cuma satu jam terus sholat tahajud terus mentengin laptop. Gak capek mata kamu?" Selalu saja, Umi selalu meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN