Kata orang, melupakan masa lalu itu tidaklah sesulit yang dibayangkan. Tapi bagiku, masa lalu itu seperti bayangan. Susah, susah sekali untuk dihindari, bahkan dilupakan 12 tahun lalu “Sah!” "Syarin benci dokter Azzam!" Teriakan itu membuat semua orang yang ada di dalam masjid memandang terkejut. Pasalnya, di pintu masuk, berdiri sesosok anak kecil--sekitaran usia 13 tahun. Berdiri dengan wanita berumur di sampingnya. "Syarin sayang, pulang ya. Ayo pulang, jangan seperti ini." bisik Syasya--ibunya. Syarin kecil menggeleng, masih dengan air mata yang keluar semakin deras. Tak terkecuali pengantin pria yang berdiri mematung ditempatnya. Azzam, dia Azzam. "Sya." suara itu mengalun sangat lirih, kala melihat putri kecilnya menangis karena ulahnya. "Syarin." ucapnya lengkap. Kedua k

