Ketika dia sudah mengatakan iya, detik itu dia adalah calon istri saya! ______________ "Kamu mau menikah sama saya?" tanya saya, dihadapan Syasya dan sahabatnya. Saya mencoba menahan tawa, melihat wajah perempuan itu yang memerah, serta mata yang melirik tajam kearah saya. Sebenarnya saya tidak berniat untuk seperti itu, tapi melihat Syasya yang bertanya kepada sahabatnya, membuat saya mau tidak mau harus ikut campur. Karena pertanyaan Syasya sungguh membuat siapa saja yang mendengarnya geram. Saya tahu dia masih tidak percaya akan lamaran saya, dan dia juga tidak percaya jika akan menikah dengan saya. Tapi tidak mencari tanggapan seseorang untuk itu kan? Terlalu memalukan. Dan melihat itu membuat saya iseng saja untuk ikut dalam pembicaraannya. Saya tahu dia pasti sekarang malu seka

