Saya yakin, pilihan saya tidaklah salah. Kamu memang yang terbaik untuk saya. ______________ Sejak pulang dari Bandung, aku rasa sikap dokter Azzam sedikit berubah. Bahkan di rumah sakit pun, aku bisa merasakan perubahannya. Bahkan aku bertanya-tanya, kenapa dan ada apa dengan dia? Kesannya, dokter Azzam jadi sedikit berinteraksi dengan ku. Apa itu ada sangkut pautnya dengan pembicaraan dokter Azzam dan Hafiz waktu itu? Aku juga tak menyangka jika Hafiz akan berkata seperti itu. Apa yang dia lakukan sudah sangat kelewatan, dan aku tidak terima akan itu. "Sya, kok tumben mukanya ditekuk. Ada masalah ya?" Aku melirik Rara sekilas, dan kembali menatap kearah depan. Hari ini jadwal lumayan padat, banyak pasien yang harus di follow-up "Gak papa, aku cuma sedikit capek aja." alibi ku. T

