Pertengkaran

2009 Kata

Dasha menurunkan tubuhnya dari motor itu. Dilepaskan helm yang berada di kepalanya dan memberikan helm itu kepada sang pemiliknya, lalu dia berucap, "Terimakasih." "Sama-sama," jawan Eza. Dia tersenyum menatap Dasha saat ini, membuat wanita itu salah tingkah sendiri saat ini. Digaruk kulit kepalanya dan mengalihkan pandangannya, "Aku harap, suatu saat nanti, kita bisa bertemu," ucapnya. Dasha menjawab dengan anggukan saja. Dia sangat tak yakin bisa bertemu dengan Eza lagi. Dari informasi yang didapatkannya tentang Eza dari Bella, Eza adalah pria yang bekerja di luar negeri dan sedikit kemungkinan juga untuk kembali ke Indonesia. "Sepertinya, aku harus masuk dulu." Eza mengangguk. Dia membiarkan Dasha yang muak ke dalam gedung perusahaan itu dengan berlari kecil, membuatnya merasa gem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN