19. Mimpi Buruk

1993 Kata

Dasha duduk dengan kedua kaki yang melipat. Dia mulai mengangkat telepon tersebut, terdengar suara Luna yang tengah menangis saat ini. Dasha meringis pelan, mengapa wanita itu menghubunginya? Apa jangan-jangan Luna sudah mencurigai dirinya saat ini? Astaga, itu adalah sebuah bahaya, tak akan Dasha biarkan jika Luna menuduhnya pelakor saat ini. "Ada apa, Nona?" tanya Dasha. 'Kau tahu, di mana Bara tinggal akhir-akhir ini?' "Maaf, Nona. Saya tidak mengetahuinya. Sepertinya, itu juga privasi Tuan Bara, sehingga saya tak berhak untuk mengetahuinya," ucap Dasha. Tak mungkin juga dia mengatakan di mana letak Bara saat ini, bisa-bisa wanita itu memergoki dirinya di sini. 'Namun, kau sekertaris nya. Aku yakin, kau pasti tahu sedikit informasi tentang Bara.' "Beberapa hari ini, dia tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN