Jakarta. 18:56 WIB. Ketika melihat reaksi Fredian atas kata-kataku, aku berpikir, barangkali beginilah reaksiku juga saat pertama kali tahu bahwa Kania itu janda. Tatapan Fred membulat; melebar. Mulutnya terbuka dan terkatup berulangkali, seolah ingin berkata sesuatu tapi urung dilakukan. Tubuhnya bergeming tampak membatu. “Janda katamu? Kania, gadis yang kau kencani itu janda?” kata Fred dengan keheranan yang mudah dikenali. Kepalaku mengangguk, senang bahwa info itu tak hanya mengejutkan bagiku. “Kau terkejut juga, kan?Begitulah kebenarannya, dia mengakuinya secara langsung kepadaku, tak lama setelah datang ke restoran. Dan lagi, dia juga mengaku sudah punya anak.” Fred melongo, entah untuk alasan apa aku suka dengan reaksi sepupuku itu.. “Anak? Di

