23. Pertemuan Tak Terduga

1328 Kata

Jakarta. 13:54 WIB.       Matahari bersinar dengan begitu teriknya siang itu. Awan putih yang melayang-layang di langit biru ibu kota Jakarta bergerak perlahan, bagai segumpal besar kapas yang terbang.       Kepalaku menengadah. Mencoba menebak jam berapa ini dari posisi matahari. Barangkali sudah lewat tengah hari; menjelang sore. Berkali-kali aku menggerutu, karena tergesa-gesa untuk pergi tadi aku jadi lupa melingkarkan jam tangan di lengan. Benda penunjuk waktu yang biasanya kupakai kini masih tertinggal di kamarku. Memang ada ponsel yang bisa menjadi penunjuk waktu alternative, tapi tetap saja ....       Ini semua karena Fred, dia mendesakku agar segera berangkat, khawatir kalau pihak Kedutaan Besar Thailand tengah menunggu-nunggu data penting para warga negaranya, yang penguru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN