Bukan Sebuah Candaan

1148 Kata

Suara tangisan Rey membuat Divia dan teman-temannya heran. Lebih heran lagi kenapa Klari bercanda dengan mengatakan bahwa Rey bukanlah anaknya. Begitu Rey mendengarnya, ditambah adegan mendramatisir seperti mendorong tangan bocah itu, seketika tangisan Rey pecah, membuat semua orang di teras salon sontak panik. "Cup, cup..." Divia menghibur Rey dengan mengusap rambut bocah itu. Teman-temannya pun ikut menghiburnya. Tiba-tiba saja, Dinda, memukul paha Klari. Karena posisi perempuan sedang duduk di bawah, sementara Klari di atas kursi, Dinda jadi lebih leluasa untuk memukul sambil protes. "Bercandanya gitu amat, Kla," ucap Dinda, hendak menepuk paha Klari lagi, tapi ditahan oleh Rey sambil menangis. Semua orang di sana jadi tertawa. Bocah itu menangis karena candaan namanya, tapi masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN