"MAMA!" Seruan Rey mengejutkan Klari. Kepulangannya disambut begitu ceria oleh anak semata wayangnya. Klari merentangkan kedua tangannya bersiap menerima pelukan Rey. Bocah itu menghambur cepat, mengapungkan kedua tangannya ke leher mamanya sesekali mengoceh kenapa semalam mamanya tidak ada menghubunginya. "Ayah cuma bilang lagi nemenin Mama," adu Rey. Rey mencebikkan bibirnya sambil mendongak memandangi kedua orang tuanya. Klari tampak gemas dengan tingkah putranya itu. Benar kata Ado, Rey mulai cerewet dan lebih sering protes. Ia jadi teringat kejadian Ado yang pernah makan siang bersama kenalan temannya. Entah siapa namanya. Klari lupa. Yang ia ingat, mereka pernah bertemu di sebuah pusat berbelanja. Perempuan itu menyapanya sangat ramah. Bukan masalah ramah atau tidaknya pe

