BAB 32

1592 Kata

Arfan Berjalan melewati koridor. Suasana senang tidak jauh berbeda dengan Angrum atau Aluna yang sama-sama sedang sakit hati. dan perasaan ketiganya juga jauh berbeda dengan Adelia yang sedang bahagia. Pagi ini Angrum dan Arfan bertemu, Arfan tersenyum namun Angrum tidak, dia hanya pergi tanpa mempedulikan Arfan. Arfan Senyuman juga merendahkannya untuk Angrum. Senyuman itu Angrum anggap sebagai hinaan atas semua yang telah Arfan lakukan pada akhirnya. Angrum terus berjalan, masuk kelas lalu berteriak dengan suara nyaring membuat teman-teman dikelasnya bingung. Semuanya bertanya "mengapa" untuk Angrum, tapi Angrum tidak menjawab sepatah katapun. sampai akhirnya tangisnya mereda sendiri dan tidak ada peluang lagi bagi teman-teman untuk bertanya. Jam istirahat tiba. semua siswa berhambu

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN