“Bagaimana jika Marilyn melihat noda darah ini?” “Bilang saja itu noda darah menstruasimu. Oh ya, makasih ya Sayang, aku menjadi pria pertama dalam hidupmu. Aku sangat mencintai kamu.” Lalu, Jay memeluk erat Lily dan mengecup kening serta kepalanya berkali-kali. Sementara, Lily terdiam dan tidak mengatakan apapun. Gadis itu menyandarkan kepalanya ke d**a bidang Jay, mendengar dan merasakan degup jantung pria itu. “Jay, bagaimana jika—“ tanyanya tanpa menyelesaikan pertanyaannya. “Jika apa?” “Jika aku hamil?” Lily menengadahkan kepalanya dan menatap wajah pria tampan bermata biru itu. Jay membalas tatapan Lily, lalu menjawab, “Aku akan bertanggung jawab untuk itu karena anak yang kau kandung juga adalah anakku, anak kita. Jangan takut, setelah kita sampai di Indonesia, aku akan men

