“Marilyn mau pergi ke mana?” tanya Lily penasaran. “Aku mau ikut mengantarmu pulang, Ly. Daddy sudah menyampaikan hal itu padamu, kan?” jawabnya dengan suara yang imut. “Oh ya, maaf aku lupa. Kamu terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Kemarilah duduk di sampingku atau Marilyn mau menyantap makan malam dulu? Sayur asamnya sudah matang dan masih hangat.” “Nanti saja kita makan bertiga dengan Daddy, bagaimana?” “Baiklah, aku minta Bi Inah memanaskan sayurnya dulu ya.” Lily pun beranjak pergi menuju ke dapur dan meminta Bi Inah memanaskan sayur asamnya. Lalu, ia kembali ke ruang keluarga menemani Marilyn yang sedang menonton acara televisi. Setengah jam kemudian, terdengar suara mobil yang parkir di teras depan. Lily pun penasaran, ia berdiri dan menghampiri ruang tamu, disibaknya tira

