“Halo,” sapa Anita pada sang penelepon. “Miss Anita, aku telah berada di lobby untuk mengantarkan pesanan Anda,” jawab sang penelepon. “Oh tunggu sebentar, aku akan turun ke lobby. Apakah pesananku dalam keadaan baik?” tanya wanita itu memastikan. “Iya, turunlah kemari secepatnya.” “Baik, baik. Tunggu sebentar.” Lalu, Anita mengencangkan ikatan kimononya dan memakai sandal yng terletak di samping tempat tidur, kemudian dia berpamitan pada Jay dan meminta pria itu menunggunya sejenak. Dia berkata akan turun ke lobby sebentar untuk mengambil barang pesanannya. Jay pun mengiyakan dan dia mengamati Anita yang berlalu pergi keluar dari kamar tidurnya. Di dalam lift, jantung Anita berdegup kencang. Dia berpacu dengan waktu dan kesempatan. Sementara itu, di dalam kamar, ramuan tersebut

