Rasa Bosan Memuncak

1653 Kata

Waktu terus berlalu, Sasha tumbuh jadi anak pintar. Ucapannya juga mulai terdengar jelas. Setiap saat Sasha menghabiskan waktu dengan mamanya di rumah. Seperti siang itu, sambil menemani Sasha bermain Dera asyik memainkan ponselnya. “Mama... temani Sasha main! Sasha bosan main sendiri!” Rengek Sasha pada Dera. “Sasha... Sasha kan sudah besar, biasa juga Sasha main sendiri! Mama sibuk Nak! Main sendiri aja ya, kan sama aja Mama temani di sini.” Sambil mengusap kepala Sasha, Dera terus mencari alasan. “Mama enggak asyik! Mama sibuk terus! Kapan bisa main bareng Sasha?” Sasha memutar kepala menghindari pandangan dari hadapan Dera, lalu melipat kedua tangannya di d**a. “Sasha sayang... ini kan sudah Mama temani main. Terus Sasha maunya gimana, Mama suruh ngapain?” Dera dengan intonasi sed

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN