Saingan Berat

1016 Kata

Pemandangan pantai yang indah membuat Era tersenyum tipis. Hatinya terasa campur aduk sekarang. Dia senang bisa melihat pantai, tapi juga sedih karena harus teringat akan ibunya. Seharusnya Era tidak boleh larut dalam kesedihan, tapi ia tidak bisa menahannya. Dia merindukan ibunya. Air laut yang menyentuh kakinya membuat Era bergerak mundur. Dia sibuk melamun sampai akhirnya berakhir di tepi pantai, meninggalkan Aksa dan Bian yang sedang berada di restoran seafood. "Semoga Ibuk bahagia di atas sana," ucap Era dengan tersenyum. Tepukan pelan di bahunya membuat Era tersadar. Dia menoleh dan melihat Ezra sudah berada di belakangnya. Tubuh yang basah seolah membuktikan jika pria itu baru saja berenang di pantai. "Lo di sini?" tanya Ezra sambil mengusap wajahnya yang basah. "Kok lo ada di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN