Pintu rumah Aksa mulai tertutup dengan rapat. Pria itu melepaskan tangannya dari kemeja Era dan berlalu masuk begitu saja meninggalkannya bersama Bian. Entah kenapa Aksa malas berbicara dengan Era saat ini. "Lecek kan kemeja gue," rutuk Era saat melihat kerah kemeja-nya yang kusut. Dia meraih tangan Bian dan membawanya masuk ke dalam rumah. Keadaan rumah begitu sepi dan itu membuat Era bingung. Di ruang tengah, dia bisa melihat Aksa tengah bersantai dengan secangkir kopi. Tanpa sungkan, Era menghampiri pria itu dan duduk di sampingnya. Bian sendiri memilih untuk duduk di atas karpet dan mulai membongkar kotak mainannya. "Bu Ratna ke mana, Pak?" tanya Era yang bingung dengan keheningan di rumah ini. "Keluar." "Loh, katanya nyariin saya?" tanya Era bingung. Aksa menutup tab-nya dan ber

