Dengan langkah pelan, Era mulai memasuki panti. Hari terakhir ujian dia memutuskan untuk datang ke tempat ini, tempat di mana dia habiskan seluruh masa kecilnya dengan limpahan kasih sayang dari Bu Asih. Kedatangan Era disambut bahagia oleh adik-adiknya. Dia tersenyum tapi tidak dengan hatinya, seolah banyak beban yang ia tanggung dan memaksa untuk segera dikeluarkan. "Loh, kamu dateng, Ra? Kok nggak kabarin Ibuk?" Bu Asih keluar dari dapur saat mendengar teriakan heboh dari anak-anak asuhnya. "Ibuk," ucap Era sambil merentangkan kedua tangannya. Tanpa bisa dicegah air mata itu mulai mengalir. Bu Asih yang bingung hanya bisa pasrah saat Era memeluknya erat. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada Era. "Kamu kenapa? Ada masalah di rumah?" tanya Bu Asih khawatir. Era menggeleng dan mulai me

