Lima Puluh Lima

2624 Kata

“Teratai, mengapa kau ada di sini?” tanya Banyu heran. Ia berdiri mendekati Teratai. Pemuda itu benar-benar benar tak bisa menutupi rasa keterkejutannya. “Kau juga, mengapa kau ada di sini, Banyu?” Teratai balik bertanya sambil menatap Banyu yang selama beberapa waktu ini tak ditemuinya. “Jadi, kalian sudah saling mengenal satu sama lain?” Arya yang masih duduk di kursi bambu berusaha untuk berdiri, ingin bergabung dengan Teratai dan Banyu. “Ya, Pak, kami sudah sangat kenal satu sama lain. Banyu ini adalah sahabatku,” sahut Teratai sambil membantu Arya untuk bangun “Teratai … bukankah kau adalah putri Raja Ragendra? Mengapa sekarang …..” Banyu tak melanjutkan pertanyaannya. Ia heran melihat Teratai dan Arya yang benar-benar terlihat seperti seorang anak dan bapaknya. “Ahhh … ceritanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN