Arzetta tidak mau berpikir yang buruk tentang niat Alva mendatangi Amira. Biar bagaimana pun, mereka sudah tidak memiliki hubungan apapun selain sisa-sisa pertemanan dulu. Wajar kalau Alva ikut prihatin dengan musibah yang menimpa wanita itu. Jadi, saat akhirnya tiba di New York, Alva langsung membawanya ke rumah yang ditinggali sementara oleh Amira bersama dengan Mama Mertuanya. Zetta berusaha untuk mengenyahkan bayangan buruk apapun yang bisa terjadi di sini. Dia tidak boleh bersikap egois dengan melarang niat baik Alva untuk menemui Amira. Setidaknya itu yang tadinya dia pikir sebelum apa yang dilihatnya sendiri saat ini. Saat datang tadi, keadaan Amira memang cukup memprihatinkan. Dia seperti tidak memiliki semangat hidup padahal sedang hamil besar. Hanya tidur di atas tempat tidurnya

