BAB - 49

1100 Kata

Arzetta berusaha menahan air matanya agar tidak meluruh jatuh. Saat akhirnya dia berdiri di depan makam Eliana yang baru terbentuk satu jam yang lalu, Zetta hanya bisa berdiri dengan mata merah dan tatapan nanar. Selama prosesi pemakaman berlangsung, Zetta hanya diam seakan jiwanya sedang tidak berada di sana. Dia sama sekali tidak menyangka dengan apa yang terjadi dengan Eliana. Sebelum ini dia tidak pernah membayangkan akan berdiri memandangi makam sahabat yang sudah dia anggap saudara perempuan yang begitu disayanginya secepat ini. Di tambah kenyataan pahit yang menjadi latar belakang kematiannya, juga kabar mengejutkan tentang keadaan Eliana yang ternyata sedang mengandung. Teringat dengan percakapan terakhir mereka di telepon hari itu yang seakan menjadi pertanda tidak terelakkan yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN