"Zetta," lirih Alva. "Iya, Pak," jawabnya ketika melihat kepala Alva yang bergerak-gerak. Badan Alva panas tinggi. Dia tidak memiliki pilihan lain selain merawat Alva sampai membaik. Zetta menangkup wajah Alva dengan kedua tangannya dan terkejut saat salah satu tangan Alva menggenggam telapak tangannya di sana. Alva membuka mata dan menemukan manik matanya. Zetta bergeming. "Terima kasih." "Untuk apa, Pak?" Alva tersenyum lemah. Matanya mengerjap nampak masih sayu. "Karena masih berada di sini." Zetta tersenyum, "Pak Alva tidur saja. Aku akan menunggu di sini sampai Pak Alva tidur nyenyak." "Aku akan memberimu bonus tambahan nanti." Zetta terkekeh dan menggelengkan kepala. Saat dia menarik tangannya, Alva menggenggamnya erat. "Boleh aku minta tolong lagi?" katanya kemudian. Zett

