w*************a

1716 Kata

Papa Rudi yang kini sudah berada di ruang tamu pun ikut terkejut saat mendengar perkataan istri juga sang anak. Pria paruh baya itu langsung berjalan ke arah sang istri yang kini tengah menangis tersendu. "Ada apa ini?" tanya papa Rudi lalu menatap tajam Dion. Meski sudah mendengar sebagian namun, beliau seolah belum puas dan ingin mendengarkan penjelasan anaknya secara detail. Dibanding mama Rieta yang tampak emosi sepertinya papa Rudi lebih bisa sedikit sabar meski dalam hatinya pria paruh baya itu mengumpat kesal dan ingin melayangkan bogeman mentah di wajah anak sulungnya itu. Dion kembali menundukan kepalanya, masih dengan posisi semula pria itu pun kembali bersuara. "Maaf Pa." Lagi-lagi hanya kata maaf yang Dion lontarkan dari bibirnya. Entahlah rasanya untuk membuka mulut pun kini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN