Shafa melangkahkan kakinya tertatih, tubuhnya limbung lemas seketika. Meski berat Shafa pun terus memaksakan diri berjalan keluar gerbang perumahan, kini wanita itu tampak membuka ponsel pintarnya hendak memesan ojek online. Menghela nafasnya berat Shafa pun mengusap lagi butiran air mata yang membasahi pipinya, ia tak mau menjadi bahan pembicaraan orang lain karena melihatnya menangis di pinggir jalan. Tujuannya setelah ini adalah pulang kerumah, wanita itu hendak mengambil seluruh barang miliknya yang tertinggal di sana. Memejamkan matanya sejenak Shafa pun kembali menarik nafasnya dalam-dalam. Beruntung tadi kedua mertuanya tidak melarang Shafa pergi dari rumah itu. Ya, sepertinya saat ini Shafa memang harus menenangkan diri dulu tak ingin menatap wajah sang suami yang perlahan mulai i

