Sebulan sudah berlalu dan hubungan Aldo dengan Marwa pun semakin dekat saja. Sebaliknya hubungan Aldo dan Jihan mulai merenggang. Bahkan Aldo menunda rencana pernikahan mereka yang sudah dipersiapkan oleh Jihan dengan sangat matang. “Aldo, kenapa kamu menunda pernikahan kamu dengan Jihan?” tanya sang ibu di sela-sela jadwal makan siang mereka. “Justru aku ingin membatalkannya, Ma,” balas Aldo. “Membatalkan? Kenapa? Apa kamu sudah punya calon pengganti?” Aldo tersenyum sebentar, lalu kembali menyuap makanannya, “Yang ini jauh lebih baik, Ma. Dia sangat cantik, cerdas dan juga punya warisan keluarga yang banyak.” Mendengar kata “warisan”, ke dua mata Meri langsung terbelalak. “Maksud kamu, yang ini lebih kaya, begitu?” Aldo mengangguk, “Tidak ada apa-apanya dengan Jihan apa lagi Marwa

