“Kamu, kenapa datang ke sini?” tanya Farhan dingin. Pria itu kembali membalik tubuhnya. Meletakkan ke dua tangan di dalam saku celana lalu kembali menatap kota Bogor dari balik jendela ruangannya. “Apakah kamu akan kembali bekerja di sini?” tanya Amel. Farhan menghela napas. Ia bahkan tidak menoleh sama sekali ke arah Amel, “Aku hanya membantu, tidak untuk kembali sepenuhnya ke sini.” “Kenapa kamu tidak kembali lagi saja ke sini, Han? Aku ingin mengatakan sesuatu.” Amel mendekat. Ia berdiri tepat di samping Farhan. Ia pun menatap kota Bogor dari jendela ruangan Farhan. Farhan menoleh sesaat ke arah Amel, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah jendela. “Apa yang ingin kamu katakan?” “Aku sudah mengurus perceraianku dengan Roy.” “Lalu apa hubungannya denganku?” Amel menghela n

