Tangisan Aldo

1905 Kata

Pandangan mata Aldo berbinar. Kini matanya beradu dengan mata kecil putranya. Azka pun seolah mengerti kalau yang ia tatap adalah ayahnya, ia pun tersenyum lebar ketika menatap Aldo. “Jihan, apakah dia Azka?” Tenggorokan Aldo tercekat. Jihan bahkan tidak pernah melihat mantan suaminya itu seterharu itu selama ini. Jihan mengangguk. Perlahan ia ambil tubuh mungil Azka lalu ia dudukkan di atas meja. Tidak lupa Jihan menopang tubuh bayi gembul itu dengan tangan kirinya. Netra Aldo berkaca-kaca. Ingini a menyentuh bayinya, namun ia enggan. Serasa dirinya kotor dan tidak pantas untuk menyentuh Azka. “Ada apa, Mas?” tanya Jihan. “A—aku … Aku ingin menyentuhnya. Maaf, aku tahu kamu pasti tidak akan mengizinkan aku.” Aldo tertunduk. Ia tidak mampu menahan air matanya. Air mata itu keluar begi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN