Teror?

1655 Kata

“Kenapa kamu balik lagi? Katanya mau ngantor?” tanya Meri. Lagi-lagi dengan nada ketus. “Aku dipecat,” lirih Aldo lemah seraya mengayunkan kakinya menaiki anak tangga. “Dipecat? Maksudnya?” Aldo hanya diam. Ia terus saja melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya. “Aldo, berhenti! Jawab dulu pertanyaan mama.” Aldo menghentikan langkah kakinya. Ia sudah menduga kalau ia akan mendapatkan perlakuan tidak baik dari ibunya. Semenjak ia menikah dengan Jihan, Aldo memang tidak lagi memberikan jatah belanja bulanan atau uang kepada ibunya itu. Berbeda ketika ia bekerja sebagai manajer di perusahaan milik Farhan dulunya. Jadi hal itulah yang menyebabkan Meri sering bersikap ketus kepada putranya itu. “Tadi aku sudah ke kantor, Ma. Tapi ternyata papa mertuaku ada di sana dan meme

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN