Marwa Pun Akhirnya Jujur

1702 Kata

“Kenapa menatapku seperti itu?” tanya Marwa. Ia mulai salah tingkah. Marwa sadar kalau pernyataan yang ia sampaikan pasti membuat siapa saja curiga. Jihan tidak menjawab. Ia terus memerhatikan wajah Marwa dengan saksama. Baru kali ini Jihan melakukan hal itu. Bahkan Jihan seolah melihat setiap detail dari lekuk wajah Marwa. “Mbak Jihan ….” Marwa berusaha menyadarkan Jihan dengan menggoyangkan telapak tangan kanannya ke wajah Jihan. “Maaf, ada sesuatu di leher anda, Mbak. Saya izin membuangnya,” ucap Jihan. “Apa?” tanya Marwa seraya menyibak lehernya. Jihan mendekat. Ia sentuh telinga kanan Marwa dan lihat balik daun telingat Marwa. Jihan seketika tersentak sebab ia menemukan sesuatu di balik daun telinga Marwa. Sebuah tahi lalat berukuran cukup besar, berdiameter sekitar dua milimeter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN