Rafardhan Athalla

2065 Kata

80 Waktu seakan-akan berjalan dengan lambat. Sejak sore tadi aku sudah mengelilingi rumah sakit ini puluhan kali, tapi pembukaan hanya bertambah sampai tiga. Susah payah menahan rasa cemas, tapi tetap saja aku deg-degan. Demikian pula dengan Aa' Andre. Walaupun dia berusaha untuk tetap tenang, tapi aku tahu dia merasa tegang. Menjelang Magrib tadi papa dan mama, serta yang lainnya kami minta pulang. Karena proses ini masih akan lama, aku tidak mau mereka kelelahan. Di sini hanya tinggal Aa' Andre dan Isah yang menemani. Pria six bag tidur-tiduran di kasur lipat yang tadi dibawakan pak Tarno. Sementara Isah tidur di sofa dan menyelubungi dirinya dengan selimut tebal. Asistenku itu memang tidak kuat dengan udara dingin. Sedangkan aku dan Aa' Andre tidak bisa tidur tanpa pendingin ud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN