Gilbert membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat ketika kembali ke tubuhnya sendiri adalah Nicolin yang duduk di sampingnya. Gilbert merasa kepalanya begitu pusing. Rasa menyengat yang benar-benar mengganggu. Susah payah Gilbert berusaha untuk bangun dari posisi terlentangnya, dan Nicolin yang menyadari bahwa Gilbert sudah sadar segera membantunya untuk duduk. Gilbert mengamati sekitar, bola matanya bergerak menyisir ruangan yang tengah ia tempati. Ini jelas merupakan kamar rumah hiburan yang biasanya digunakan oleh pelanggàn rumah hiburan untuk bermalam bersama wanita penghibur pilihannya. "Anda baik-baik saja, Tuan Muda?" Tanya Nicolin khawatir. Gilbert mengangguk pelan. "Yeah. Apa yang terjadi padaku?" "Tuan Muda menyentuh pergelangan tangan pemilik rumah hiburan dan seketika jat

