Bagian 49

1667 Kata

“Harry.” Pria yang dipanggil namanya itu langsung menoleh. Hana masuk ke dalam ruangannya dengan begitu buru-buru. Dilihat dari ekspresi wajahnya tampak wanita itu sedang mengalami kesulitan. Hana langsung duduk di kursi depan meja kerja Harry. “Aku tidak bisa melakukan ini, Harry. Saddam sepertinya mulai curiga sekarang.” Harry mengernyit bingung di kursinya. “Tenangkan dirimu, Hana. Pelan-pelan dan jelaskan secara perlahan apa yang terjadi,” kata pria tersebut. Hana mengangguk. “Tadi Saddam mengatakan jika dia dan ibunya akan berkunjung ke apartemen, karena panik, aku buru-buru memintanya untuk tidak datang. Aku beralasan jika belum selesai membereskan pindahan semalam.” Harry mengangguk paham dan masih mendengarkan di sana. “Lalu, dia katanya ingin membantuku di apartemen, aku la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN