“Bukankah pak botak tadi terdengar kejam dengan mengatakan hal itu?” Saddam refleks menoleh ketika Hana menyebut ‘pak botak’. Tetapi Saddam tau siapa yang di maksud wanita ini. “Dia hanya memberi saran. Cara bicaranya memang begitu, jangan terlalu di pikirkan,” sahut pria ini yang tampak sibuk dengan ponsel pintarnya. Namun Hana terlihat masih sakit hati dengan ucapan pria tadi. “Ibu dan Ayah akan pulang hari ini. Katanya sudah ada di kereta,” celetuk Saddam kembali yang membuat wanita di sampingnya menoleh. “Kita akan jemput mereka?” tanya Hana. Saddam ikut menoleh, terlihat guratan di dahi pria ini. “Kita?” tanyanya. Sadar jika dia salah berucap, Hana pun reflek meralat. “Maksudku kamu. Kamu mau jemput mereka?” Saddam menggeleng. “Tidak usah. Sudah di jemput supir di rumah,” jel

