Note: Teman-teman semuanya, kalian pada nyadar ga sih ada yang aneh di cerita ini? Sebenarnya ini sudah aku sadari sejak nulis beberapa part sebelumnya. Dan kebetulan ada satu pembaca yang sadar dan mulai memberikan komentar. Ini kan Saddam dan Harry tinggalnya di Paris. Dan posisinya sekarang mereka ikut Hana di Indonesia. Kenapa Saddam dan Harry bisa nimpalin omongannya Fahri? Jadi klarifikasi dariku adalah, sebenarnya aku bingung mau mereka bicara english atau indonesian. Masalahnya adalah aku nggak bisa english. Kan ada google? Kalau google, kadang translate-nya aneh. Untuk itu aku ngetik percakapannya tetap pakai bahasa indonesia ya. Semoga hal ini tidak membuat antusias kalian menurun untuk terus membaca kelanjutan ceritanya. Terima kasih karena sudah mau meluangkan waktu untuk m

