Bagian 52

1367 Kata

Hana hanya bisa duduk diam di salah satu restoran sepi di dalam mall. Sudah setengah jam dia ditinggal sendiri di sana oleh Saddam yang katanya memiliki urusan. Hana bahkan hanya memesan satu minuman saja sebagai teman kesendiriannya. Sekali lagi wanita ini mengembuskan napas lelah. Sempat berpikir untuk kembali saja ke kantor, tapi dia khawatir bila Saddam malah mencarinya. Benar-benar di keadaan yang tak bagus sekarang. Namun, kegelisahan Hana akhirnya berakhir juga kala dia melihat Saddam yang baru masuk ke dalam restoran tersebut. Saddam mengambil duduk tepat di depan wanita itu. Kemudian mengangsurkan tas bingkisan yang kepada Hana. Hana mengernyit ketika menyadari bungkusan itu salah satu dari merk ternama. “Apa ini?” tanya Hana yang melihat isi bungkusan tersebut. sebuah kardus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN