CIIT.... BRUGG! Mobil yang aku kemudikan menabrak mobil mewah yang ada di depanku. Ah, gara-gara memikirkan Mas Tara membuat pikiranku kacau seperti ini. Mobil itu menepi ke kiri. Aku pun segera menepikan mobil tepat di belakangnya. Dengan ragu aku keluar dari mobil. Tepat di saat seorang lelaki ke luar dari sana. Masalah satu belum selesai tambah lagi masalah baru. Kenapa cobaan datang bertubi-tubi padaku? Ya Robb... "Maaf, saya tidak sengaja menabrak mobil, Bapak," ucapku pelan seraya menundukkan kepala. Aku tak berani beradu pandang dengan lelaki itu. Aku atur napas sambil menyiapkan mental. Setelah ini cacian dan makian akan kembali kudengar. Memang salahku yang tak fokus mengendarai. Tak salah jika pemilik mobil itu akan marah dan menuntut ganti rugi. "Bu Alin, istri Pak

