Pov Tara

1457 Kata

"Mas berisik!" ucap Imelda kesal karena ponselku terus saja berbunyi. Kuambil benda pipih yang ada di atas nakas, tiga buah panggilan dari Alin. Kenapa Alin menghubungiku di jam seperti ini? Apa terjadi sesuatu dengan Aluna? Mengingat dia kutinggalkan dalam keadaan sakit. Belum sempat kuangkat panggilan telepon itu berhenti seketika. Ah, mungkin Aluna hanya merindukan aku. Jika ada sesuatu Alin pasti mengirim pesan. "Sayang, kok aku dianggurin, sih?" Imelda menyilangkan kedua tangan di d**a. Bibirnya mengerucut membuatku semakin gemas saja. Ponsel kumatikan kemudian kuletakkan di atas nakas. Alin tak akan bisa menganggu waktuku dengan Imelda. "Mas, ih nyebelin," ucapnya kesal. Anak remaja dengan tingkah manja dan kekanak-kanakan membuatku semakin gemas. Itu yang membuatku enggan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN