Kecelakaan

1486 Kata

"Mundur, Mas! Jangan gila kamu!" Aku dorong tubuhnya. PLAAK Kupegangi pipi yang terasa panas dan nyeri. Bahkan mungkin ada gambar tangan di sini, di pipi ini. "Kamu milikku, Lin. Selamanya akan menjadi milikku." "Kamu tidak waras!" Aku dorong tubuh lelaki itu. Namun ia justru menarikku dalam pelukannya. "Lepaskan, Mas!" "Tidak, kamu milikku!" BRAAK! Pintu kamar mandi di dorong hingga terdengar suara benturan pintu dan dinding. BUUG Mas Tara tersungkur di lantai kamar mandi. Sudut bibirnya mengeluarkan cairan merah. Aku meringkuk ketakutan, kakiku gemetar. Dengan cepat pak Leo menarik tubuhku hingga kepala ini menempel di d**a bidangnya. "Kamu tak apa-apa, Lin?" Kedua tangannya menempel di pipiku. Dia tatap lekat netra ini. "Aku ... Aku tidak apa-apa, Pak," jawabku deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN