"Terimakasih karena mengizinkanku mempertahankannya hingga saat ini." Ucap Fefe sambil mengusap jemari Leo dengan lembut. Lelaki dihadapannya tersenyum dengan lembut. Kedua netranya menatap Fefe dengan berbagai arti. Bahagia, sedih, khawatir, dan penuh cinta. Tak ada yang bisa mereka lakukan. Fefe begitu keras kepala ingin mempertahankan bayinya. Leo juga tak bisa memaksa. Mencoba menebalkan pendengaran ketika kedua mertuanya begitu memaksa dirinya untuk membujuk Fefe. Lelaki itu tak bisa. Bukan membiarkan Fefe pada titik kematian. Hanya saja, Leo percaya bahwa wanita yang telah menjadi istrinya itu memiliki pilihan dalam hidup. Dan Leo tak bisa memaksakan. Dia hanya bisa berdoa supaya Tuhan mau bermurah hati mengabulkan doa-doanya. Bayi mereka sudah genap berusia tujuh bulan. Menurut d

