Rasa sesak kembali melingkupi hati Geana ketika sang putra masih memejamkan matanya, padahal sudah satu bulan berlalu. Namun, Aldi tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan membuka matanya, dan hal itu benar-benar membuat Geana resah sekaligus sedih. Ketakutan akan kehilangan orang yang disayangi selalu saja terbayang dalam pikirannya, Geana tidak sanggup jika Aldi pergi darinya. Meskipun Anan berkali-kali mencoba meyakinkan Geana bahwa Aldi akan baik-baik saja, tetap saja Geana merasa khawatir. Dia ingin melihat Aldi membuka mata terlebih dahulu, baru dia bisa bernapas dengan lega. Jika hanya ucapan penuh ketenangan belaka, hatinya masih saja risau. Ya dia memang terlihat tenang dan tidak memikirkan apa-apa karena dia tidak mau membuat Anan khawatir, tetapi hati mana ada yang tahu 'kan? Se

