19-Lamaran 20. Kampus

1929 Kata

3 hari Rachel siuman, kini ia sudah bisa beraktivitas seperti biasanya, hanya saja tingkat keposessive an Zion langaung melejit bak ia adalah snag ratu dunia. "Sakit gak?" tanya Zion mengusap perut Rachel dari luar kemeja kebesarannya. "Nggak juga, cuma kalo keteken suka agak nyeri, jahitannya masih belum kering," jawab Rachel menunjukkan bekas jaitan diperutnya. "Maaf ya," ucap Zion memeluk perut Rachel dengan hangat. "Kamu udah minta maaf lebih dari 1000 kali lho, Zi, nggak bosen?" "Gak. Udah siang, sekarang bobok jangan main ponsel," ucap Zion membaringkan tubuh Rachel agar mendekat kepadanya. "Aku bukan an-" "Udah bobok sini, ku puk-puk biar cepet bobok," potong Zion memeluk erat tubuh Rachel sambil tangannya menepuk-nepuk p****t Rachel dengan pelan. Dirasa Rachel sudah tertidu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN