Poin dan Pengaruh

643 Kata
AKU TIARAP SAMBIL MENAHAN NAFAS BEBERAPA SAAT SETELAH LEDAKAN ITU, DUA ORANG BOD*H ITU TIDAK TAU BETAPA BAHAYANYA RACUN YANG MEREKA HIRUP, aku mendengar suara seperti ingin memuntahkan sesuatu "huek-huek". ya sesuai rencana, aku dengan cepat mengambil kunci, tas dan semua bukti di TKP. sebelum aku ke arah jendela dalam keadaan masih menahan nafas, aku melihat mereka mual, kehilangan keseimbangan dan tersiksa, jujur aku sangat menikmatinya dengan tatapan marah dan puas. Lalu, aku dengan cepat membuka jendela dan syukurlah badanku yang kurus dapat meloloskan diri." . SCENE BERPINDAH FOKUS KE AGNES REMAJA YANG TAMPAK MENULIS DI BUKU HARIANNYA DI SEBUAH RUANGAN Agnes bermonolog sembari melanjutkan tulisannya "sudah dua hari sejak aku berhasil balas dendam dan meloloskan diri, poin utamanya ayahku lumpuh dan temennya yang satu sudah mat*.Selain itu, ayahku tidak bisa memberikan banyak keterangan kepada kepolisian, aku mengetahui ini dari beberapa temanku yang berada disana dan mereka juga tidak akan mungkin mencurigaiku, mereka hanya akan menganggapku sebagai anak SMA biasa. kasus ini akan menemui jalan buntu, lagi pula banyak spekulasi masyarakat, kalau ayahku dan temannya mabuk dan overdosis alkohol, karena sebelum kejadian aku menyelundupkan beberapa alkohol berbahaya 94 persen di bawah kasurku dan tentu akan di geledah oleh kepolisian untuk menemui titik terang kasus ini dan sesuai dugaanku trik itu bekerja dengan baik. Aku sangat berterimakasih kepada Tuhan yang berpihak kepadaku, aku merasa terlahir kembali di umur 15 tahun ini, dan aku merasa bangga pada diriku telah tumbuh hingga sejauh ini...." setelah menyelesaikan itu Agnes menutup buku itu. DAN SCENE KEMBALI DENGAN HALUS KE BUKU YANG SAMA DI MEJA YANG SAMA. Tampak tangan Agnes yang dewasa kembali membuka buku itu dan melanjutkan tulisannya sambil bermonolog " Setelah kejadian itu, aku mulai merawat diri, mencari perkerjaan dan fokus pada prestasi, hingga aku berhasil masuk Universitas Negeri yang lumayan bagus. Bagaimana dengan ayahku ? yah itu bukan urusanku, aku dengar dari mulut ke mulut dia makan tidak teratur karena tidak punya uang lagi, aku sangat bahagia mendengarnya. Hahaha aku jahat sekali ya, namun tidak dapat ditutupi tentang diriku yang masih trauma, walau kejadian itu sudah bertahun-tahun lalu. Sampai aku pertama kali bertemu Roy di Universitas yang sama, kami pacaran dan aku sering curhat padanya tentang kehidupan personalku hingga traumaku, aku berfikir Roy adalah sosok yang akan membawa lembaran baru dalam kehidupanku. Ternyata tidak ada yang berubah, entah waktu itu aku terlalu bod*h atau harapanku yang terlalu tinggi. Sejak hari ini, di umurku yang ke-21 tahun, aku bersumpah, tidak ada satu cinta lagi setelah ini... dan tidak akan pernah. Setelah selesai, terlihat Agnes meletakkan pulpennya dan menutup buku hariannya itu disertai dengan air mata yang menetes membasahi sampul buku hariannya. SCENE BERPINDAH KE SEORANG LELAKI YANG TAMPAK SEDANG MELAKUKAN KODING "damnnnn...aku berhasil membobol sistem keuangan bandar itu, hahahahaha pukulan yang bersih dan tepat sasaran." ucap pria itu dalam monolognya. Pria itu kemudian mengecek saldonya di sebuah rekening dengan sistem blockchain, dia terlihat mencairkannya ke lima puluh rekening acak. SCENE BERPINDAH DI SUATU RUANGAN YANG TAMPAK DI PENUHI OPERATOR KOMPUTER "Setiap bulan selalu ada defisit anggaran yang tampak asing, kurasa tidak mungkin ada orang yang menang jud*l setiap bulan di rekening asing dan aneh." ucap salah seorang staff admin ke advisor perusahaan di suatu ruangan khusus dalam bahasa Inggris (telah di terjemahkan) "ya...aku sudah tahu keanehan itu jauh sebelum dirimu, aku sudah menyelidiki rekening itu dan semua histori transaksinya yang sengaja tidak di hapus, dia seperti sengaja meninggalkan satu jejak untukku. Tapi, peluang aku menemukan pelakunya adalah satu banding lima puluh." balas advisor "this guy not ba-" (orang ini tidak bur-) balas staff "yeah, he's not bad. But you're loser because you can't handle this" (ya, dia tidak buruk. Tapi, kau lah yang pecundang karena tidak bisa mengurus ini). potong advisor "sorry sir, I promise that I will-" (maaf pak aku berjanji bahwa aku akan-) balas staff SHOOT Tanpa peringatan advisor langsung menarik pelatuk dan menembak kepalanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN