PART 32

784 Kata

Setelah mengambil makanan untuk Rayyan, aku kembali ke kamar, dan kulihat laki-laki itu tidak sedang tidur seperti yang dikatakan tadi. Sekarang dia kembali duduk santai seperti sebelumnya, dan dengan remote tv ditangan. "Kamu nggak jadi tidur Ray?" Tanyaku, semoga dia mulai membaik hatinya. Namun tidak ada jawaban, laki-laki itu masih fokus dengan tv diseberang. "Makan dulu Ray, aku sudah bawa makanan untukmu." Ucapku. Namun tetap tidak ada jawaban. Laki-laki itu masih tetap pada fokusnya. "Ray, jangan diem dong, maafin aku. Kan aku udah jelasin semuanya sama kamu." Gerutuku sembari duduk disampingnya. Dia masih tidak bergeming. "Jelasin apa?" Kini dia membuka suara, tapi tak sama sekali melihatku. "Jelasin kalo kamu cinta aku?" Ucapnya sembari melirikku. Sekarang dia tidak bisa meny

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN