PART 22

724 Kata

Rayyan POV "Ayaz?" Kuperjelas lagi ucapan gadis yang ada dihadapanku sekarang, langkahnya melambat karena dia menemukan sosok yang baru saja disebutkan namanya. "Tadi, aku melihat Kak Ayaz." Jelasnya, yaa aku tahu Sha, sebelum kamu melihatnya, aku sudah terlebih dulu mengetahui keberadaannya di pesantren ini. Untuk apa? Aku tau sekali, laki-laki seperti Ayaz tidak akan membiarkan yang dia inginkan begitu saja lepas, begitupun aku, aku akan meladeninya jika itu bersangkutan dengan Alesha, istriku. "Didepanmu ada aku, tapi fikiranmu ada pada orang lain, dan orang lain itu yang pernah ngisi hati kamu." Aku tersenyum miring, menertawai diriku yang terlalu pecemburu. "Gila, gue nyesel, kenapa gue bisa cemburu gini sama cewek macam lo." Terkadang dengan bersikap biasa saja, adalah cara untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN