Semua orang-orang ramai datang untuk melayat.
Pagi ini juga jenazah Bu Lela, Rudy dan Mouna ,di kuburkan.
Keluarga pak Bram,juga datang.
keluarga Bu Rima juga datang bersama Nely Anaknya.
"Nely,". Panggil Diana.
"Mba Diana,". Sahut Nely.
"Aku kaget lo,atas kecelakaan mas Rudy, tapi aku heran perempuannya siapa,". Tanya Diana.
"Aku sudah bercerai dengan mas Rudy,dia berselingkuh mba di belakangku,". Lirih Nely. Terlihat di matanya menyimpan kesedihan.
"Astagfirullah, berarti benar perempuan itu istri barunya,".
"Iya mba. Kita masuk yuk temui yoga dan Tina,". Ajak Nely.
Nely, enggan bercerita siapa perempuan telah menggoreskan luka yang dalam di hatinya
"Ayuk Nel, sekalian mau kasih ini,". Diana memperlihatkan kresek berisi sembako.
Diana, paham jika Nely.tak sanggup untuk bercerita.
Mereka berdua memasuki rumah langsung menuju dapur, terlihat Tina sambil memangku anaknya.
"Yang sabar Tin,". Kata Diana. Dia tau jika Tina adalah menantu kesayangan alm. Bu Lela.
"Iya mba, makasih udah datang,aku minta maaf yah mba selama ini aku jahat sama mba Diana,". Isak Tina. "Mba Nely,aku juga minta minta maaf atas kesalahanku,". Tina memeluk Nely,tangisnya pecah dipeluk mantan kakak iparnya itu.
Alhamdulillah,jika Tina sudah menyadari kesalahannya,batin Diana. Ia tersenyum senang.
Ehh,serius ni Tina. Minta maaf sama aku, jika benar Alhamdulillah, batin Nely. Dia nampak kaget.
"Kami memaafkan kesalahan mu Tin,bahkan kesalahan bu lela dan mas Rudy. Iyakan mba,". Ucap Nely
"Iya Tin,apa yang di katakan Nely,memang benar,".
Tina tersenyum bahagia ketika mendengar mereka berdua telah memaafkan kesalahannya dulu.
****
Acara penguburan Bu Lela, Rudy dan Mouna, telah selesai.
Nampak terlihat murung siapa lagi kalau bukan yoga.
"Maafkan kesalahan ibuku dan kakakku,mba Diana,aku tau Mereka banyak salah terhadap mba". Kata Yoga
"Udah gak papa ga,aku sudah memaafkan kesalahan mereka,". Jawab Diana.
"Maafkan kesalahan ibuku dan kakakku mba Nely,aku tau mereka sudah jahat terhadap mba,". Kata yoga kepada Nely.
"Iya ga,mba sudah memaafkan mereka,". Jawab Nely.
"Gerobak mie ayam siapa ini,". Tanya Reyhan.
semua menoleh ke arah Reyhan, dari tadi muter-muter kemana mana.
"Aku dan Tina,jualan mie ayam kak Reyhan,". Jawab yoga
"Mie ayam,". Tanya Nely
"Iya mba,baru aja buka sekitar dua bulan. Alhamdulillah banyak yang membeli kataknya enak,". Kata Tina
"Wah baru tau aku, kapan-kapan kami coba lah mie ayam kamu Tin, mumpung mas Reyhan suka sama mie ayam,". Ucap Diana.
"Ajak aku nanti yah mba,kalau beli mie ayam Tina,".pinta Nely
"Boleh ko,biar rame nanti kita," ujar Diana.
"Wah makasih mba Diana,mba Nely. Kami tunggu nanti,". Kata Tina
"di tunggu kak Rey, nanti kami buat mie ayam spesial buat Kalian,". Kekeh Yoga.
"Jangan lupa, bapak sama ibu juga mau,". Tegur pak Bram
"Iya,ibu juga mau lo Nely,". Sahut Bu Rima.
"Kapan-kapan sama aku aja bu Rima,". Ujar bu iis
"Nah iya juga yah,". Kekeh Bu Rima.
"Lah aku sama siapa dong,". Kata Laila tak kalah juga
"Yah sama itu,". Reyhan melirik ke arah Hans yang sedang menikmati secangkir teh.
Hans hanya tersenyum kecil saja.
"Ogah,masa sama es batu,". Sewot Laila.
"Duh jeng iis,kayanya bentar lagi bakalan nambah mantu,". Bisik bu Rima. Tapi semua orang juga mendengar bisikan itu.
Yang lain hanya cengengesan saja mendengar perkataan para ibu-ibu.
Sedang Hans,hanya acuh saja tanpa peduli.
Laila terlihat kesal dengan bisikan ibunya bersama Bu Rima
"Laila,tante punya lo keponakan cowok ganteng lagi,". Rayu Bu Rima.
Karena ingin mengerjai Hans,laila langsung merespon pembicaraan Bu Rima.
"Benarkah tante, kapan-kapan ajak dong. Biar bisa kenalan,".
Reyhan, Diana dan yang lainnya melihat Hans menatap tajam ke arah Laila.
"Uuh panas yah yang,". Kata Reyhan.
"Sama yang,gerah ni,". Kekeh merek berdua
"Lusa tante sama mama mu ada acara arisan. Nanti tante ajak,". Ujar bu Rima
"Ok tante. Laila akan ikut,". Jawab Laila
Rasain aku kerjain kamu Hans, sok-sokan jual mahal di angkut orang gak terima.batin Laila
"Lusa kita ada pertemuan dengan seorang pembisnis Hans,". Tiba-tiba Reyhan berucap kepada Hans.
Reyhan tau jika Hans,akan membuntuti laila pergi.
Keluarga Bram,juga tau jika Hans. Diam-diam menyukai anaknya,apa lagi jika Laila sebentar lagi akan lulus sekolah.
"Bisa cuti gak bos,". Tanya Hans.
"Gak bisa Hans. Kamu harus menemani ku,".
Aku kerjain kamu Hans,biar kepanasan bahkan membuat kamu kepikiran aku yakin nanti kamu gagal fokus.batin Reyhan
Sial,bos kampret. Main licik dia,uuh pasti aku dikerjain. Batin Hans.
Dia nampak kecewa,jujur saja di hatinya ada rasa cemburu terhadap Laila yang mau bertemu dengan keponakan Bu Rima.
Aku harus cari tau siapa keponakan bu Rima,batin Hans.
Sedangkan Laila,menang banyak dia. Kakak iparnya langsung paham dan ikut mengerjai sekertarisnya itu
"Siapa tau keponakan kamu itu jadi mantu aku jeng,". Kataa bu iis,ikut memanasi juga.
"Wah jadi banyak cucu aku,". Gumam pak Bram
Hans,terpojok Sudah perasaannya campur aduk tak karuan.
"Iis kenapa jadi bicarain aku sih,". Decak Laila.
"Kemarin kamu pulang sama siapa,". Kata Diana
"Ah,ibu juga liat kamu boncengan sama cowok. Siapa dia pacarmu la,".
Lah bukannya kemarin aku sama cewek,oh aku paham."eh anu bu,itu teman,dia ketua tim basket,". Jawab Laila.
"Teman apa Teman,". Sahut Reyhan.
"Udah-udah,suka banget jailin Laila,liat wajahnya sudah memerah,". Tegur pak Bram.
Cukup lama mereka berbincang hangat.
Antara keluarga bu Rima dan keluarga pak Bram. Mereka pamit kepada yoga dan istrinya untu pulang.
Terlihat antara keluarga sedang bahagia dan berduka
******
malam semakin larut, tinggal lah yoga dan istrinya sedangkan Ameera sudah terlelap.
"mas,aku merasa lega saat minta maaf kepada mba Diana dan Nely. Hati lega Banget,". Kata Tina
"Alhamdulillah, istrinya mas yoga berubah,". Yoga tampak bahagia melihat istrinya berubah menjadi lebih baik.
Seandainya keluarganya baik-baik saja mungkin sampai sekarang masih utuh.
Dalam kejadian ini Yoga memetik arti sebuah kehidupan untuk menjadi lebih baik lagi.
Anggap saja kehidupan kakaknya sebelumnya menjadi contoh agar dia tidak seperti itu.