Tidak mencintai

805 Kata
"Mba Mouna,masa cuman ibu yang di ajak,kok kami gak sih,". Decak Tina,yang mengikuti Bu Lela. "Kamu apa-apaan sih,jangan buat mba mu marah lo,". Bisik bu Lela kepada Tina. "Iis ibu,aku juga mau tinggal di rumah besarnya mba Mouna,". Tina membalas bisikan mertuanya. "Gak pantes kamu ikut denganku dan tinggal di rumah besar,soalnya kamu itu hanya menantu tak mempunyai penghasilan,malah jadi beban nanti di kehidupan kami,". Sahut Mouna, menatap tajam ke arah Tina. "Mas Rudy, apa gak kasian sama keponakanmu," rengek Tina. "Om Ameera,mau ikut. Nenek Ameera ikut,". Rengek Ameera juga sambil memegang tangan neneknya. "Gak ada,gak ada. Aku gak suka kalian ikut. Bikin ribet aja,". Sahut Rudy Dari pada aku kehilangan menantuku yang kaya ngajak aku shoping-shoping dari pada Tina,lebih baik aku tidak memperdulikan anak Tina,lagian nanti Mouna juga punya anak dan menjadi cucuku,batin bu lela Langsung saja bu Lela, menepis tangan kasar Ameera,membuat dia menangis di lantai. "Gak usah manja kamu Ameera,tinggal saja kamu di rumah ini sama ayah dan mamahmu,". Bentak bu Lela. Tina dan Rudy,saking tak percaya jika ibunya membentak Ameera yang pertama kalinya. Tina menatap tajam ke arah Mouna. Bagus, mertuaku sudah tidak sayang lagi dengan cucunya,kamu bukan lawanku Tina, Mouna menyunggingkan senyuman kemenangan ke arah Tina. Awas kamu Mouna, sudah bisa mengambil hati mertuaku. Aku tidak akan membiarkannya, Tina juga tak kalahnya menatap tajam ke arah kakak iparnya itu. "ayo bu, kita pergi tinggalkan mereka,". Mouna menggandeng sang mertua keluar dari rumah. "Biar aku yang membawa barang ibu ke mobil,". Sahut Rudy. Dia mengikuti ibu dan istrinya dari belakang. "Nenek, Ameera. Mau juga ikut naik mobil. Mamah ikut nenek,ayo mah,ayo,". Rengeknya Tina hanya diam menahan amarahnya. Dia merasa di buang begitu saja oleh mertuanya. "Diam kamu Ameera,liat nenekmu sudah tidak sayang lagi sama kamu.dia benci sama kamu,". Bentak Tina kepada Anaknya. "Nenek jahat,nenek jahat sudah ninggalin Ameera,hiks,hiks,". Ameera menangis di pelukan sang ibunya. "Benar Ameera,nenek dan om jahat, mereka sudah tidak peduli lagi dengan kita,". Kata Tina menghasut anaknya. "Awas kalian,aku akan balas dendam,". Gumam Tina. Sambil melihat kepergian mereka. Berapa menit kemudian mereka sampai dirumah Mouna yang terlihat mewah dari luar. "Wah,enak juga punya menantu kaya seperti ini. Aku bisa pamer ke teman-teman,". Gumam pelan bu Lela. "Moun,kamu antar saja ibu kekamar . Aku mau keluar sebentar, pak Rehan memberitahuku jika ada barang tertinggal di sekolahan ,". Ucap Rudy sambil memeprlihatkan isi pesan teman kerjanya. "Iya mas, jangan lama-lama yah,". Mouna percaya saja kepada suaminya. "Pasti dong, lagian aku mau menuntaskan yang tertunda tadi,". Balas Rudy dengan mata genitnya. Rudy meninggalkan rumah istrinya itu kesebuah rumah teman kerjanya. Tak berapa lama Rudy, sampai di rumah temannya sudah banyak orang-orang sedang berpesta. "Gimana bagus-bagus gak ceweknya,". Bisik teman Rudy. "Mantap,buat aku b*******h saja hanya dengan melihat mereka,". Senyum semerik di wajah Rudy. Tak berselang lama Rudy dan temannya melakukan kegiatan panas dengan para wanita-wanita cantik di pesta itu. Rudy, sebenarnya tidak mencintai Mouna,dia bahkan sering jajan di luar untuk membuang sakit hati atas kehilangan istrinya. Erangan desahan terdengar diruang tamu bahkan rudy, bergantian dengan temannya . Rudy tersenyum puas,sudah menikmati secara bergantian lubang surga itu. Hampir dua jam Rudy,dan yang lainnya tepar tanpa busana. "Aahh nikmatnya, aku pulang dulu yah sayang,". Rudy mengecup bibir salah satu wanita di sampingnya. tak lupa tangannya mengerayap di tubuh para wanita di sampingnya. langsung saja Rudy memungut pakaiannya yang berserakan. Rudy,Bergegas pergi dari rumah temannya itu . Rudy dan temannya patungan untuk menyewa para wanita kupu-kupu malam. **** "baru pulang sayang,". Kata Mouna dari belakang Rudy,yang sedang mengambil minuman dari dapur. "Iya sayang,". Bisik sensual di telinga Mouna. Membuat bulu kuduk berdiri di tubuh Mouna. "Ayo,kita lanjutkan yang tertunda tadi,". Goda Rudy. Dengan menggigit telinga istrinya. "Ayo mas,kita kekamar,". Rayu Mouna. Rudy langsung saja mengangkat tubuh istrinya masuk kekamar. Mouna tak kalah juga memberikan servis yang luar biasa kepada suaminya tercinta. Rudy,memang menikmati permainan Mouna,karena nafsu bukan cinta. Hanya Mouna,saja sangat mencintai Rudy,bahkan dia nekat menjebaknya. Di tempa lain... "kurang ajar kita di tinggalkan,". geram yoga mendengar cerita dari istrinya. "iya pah,nenek sama om sudah bentak Ameera. mereka jahat ningalin kita,." kata anaknya. "Ck,sudah hidup enak,malah gak perduli sama kita mas,". Tina memanasi suaminya itu. Yoga, mendobrak pintu kamar ibunya,dan mengobrak abrik isinya. "cari apa mas,". tanya Tina, nampak heran dengan suaminya tengah mencari sesuatu. "kamu bantu aku, untuk mencari sertifikat rumah ini serta tanah yang di kelola untuk berkebun,". suruh Yoga. "baik mas,". Tina dan Yoga, mencari kemana mana surat-surat itu hingga akhirnya Yoga,menemukannya di atas lemari didalam sebuah koper besar. "akhirnya ketemu juga sayang,liat semuanya sangat banyak,aku akan membalikkan nama atas kepemilikan rumah ini, sisanya aku jual untuk kita modal,aku mau buka mie ayam,". ujar Yoga mengajak istrinya untuk berjualan. "aku nurut aja mas, jadi rumah ini akan milik kita dong,". Tanya Tina "iya sayang, kita akan banyak uang juga," kata Yoga "iya mas,aku setuju,". Tina semakin bersemangat mendengar rencana suaminya itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN