Berapa pertanyaan di lontarkan kepada Rudy.
"Maaf pak, semua itu bukan salah saya,Sintia lah yang mencoba menggodaku dan mengajak kegudang itu pak,". Kata Rudy.
Sambil memeprlihatkan video awal mula siapa yang datang,tentu saja Sintia datang duluan dan tidak berapa lama Rudy,juga masuk kedalam gudang itu.
"Waktu masih di kelas Sintia menyuruh saya kegudang olahraga katanya di suruh sama pak Ari,mungkin membantu beliau untuk berberes- beres,". Bela Rudy.
"Bohong pak,dia bohong,". Teriak Sintia
"Maaf saudari Sintia,mohon diam dulu. Kami ingin mendengar penjelasan dari saudara pak Rudy. Lanjutkan pak,".
"saat saya datang dari gudang, Ternyata Sintia tiba-tiba memeluk dari belakang pak,mungkin saya di pengaruhi sesuatu obat di minuman yang di beri Sintia,waktu masih di kelas pak,". Bela Rudy.
Dari video Rudy yang di perlihatkan tidak memiliki suara jelas apa yang di bicarakan. Di karenakan suara berisik tukang di balik gudang itu.
Video dari Sintia,pun suaranya juga tidak jelas apa yang di bicarakan mereka.
"Dan asal bapak tau saya juga mempunyai beberapa video milik Sintia,yang bermain beberapa pria lain,". Rudy memperlihatkan video berdurasi lama bahkan dengan pria lebih dari satu orang.
"Pak,jangan di dengarkan apa kata pak Rudy. Dia bohong,kami sering melakukan hubungan terlarang jika ada kesempatan kami berdua,". Teriak Sintia.
"Pak,saya tidak berbohong. Seandainya saya bohong kenapa video saya berdurasi panjang, sedang Sintia hanya berdurasi pendek. Bahkan videonya di potong agar saya terlihat memperkosanya,saya di jebak pak,". Elak Rudy.
"Pak dia bohong. Ibu, bapak percaya sama Sintia,". Derai air mata Sintia mengalir di pipi mulusnya.
Rudy,juga menunjukkan beberapa bukti aksi b***t Sintia,hingga Sintia tak bisa berbuat apa bahkan bukti hanya satu-satunya video itu. tentu saja bukti yang di miliki Sintia tak kuat,apa lagi Rudy sangat pandai berkata-kata.
Plak,
Satu tamparan di wajah Sintia. Dia didapat dari ayahnya.
"Anak durhaka,berani sekali kamu memfitnah dan menjebak gurumu sendiri ha,bohong dimana lagi kamu banyak bukti bahkan kamu sendiri bermain dengan pria lain,". Teriak sang ayah.
"Ibu sangat kecewa denganmu Sint,ibu sakit hati. Kamu tega mempermalukan gurumu sendiri,". Sang ibu terduduk lemas di lantai.
kedua orang tua Sintia,sangat marah kepada anaknya. banyak kata-kata dilontarkan kepada Sintia.
Plak,
"Dasar bocah,berani sekali bermain dengan suamiku ha,dasar jalang,". Teriak Mouna. Dan menamparnya juga.
Rudy, tersenyum puas apa yang di dapatkan oleh muridnya itu.
Bermain denganku kamu bukan tandinganku, batin Rudy.
"sudah sayang,maafkan mas. Telah menodai pernikahan kita,". Kata Rudy, Dengan ekspresi wajah kasihan.
Karena Mouna,sangat mencintai Rudy, tentu saja dia memaafkan suaminya itu.
"Tidak apa mas,itu semua dia yang menjebakmu,". Mouna langsung memeluk suaminya.
Baguslah Mouna,masih percaya denganku,batin Rudy.
Uuh,hampir saja aku kehilanganmu menantu kesayangan ku, batin bu Lela. Hanya diam dari tadi.
"Ibu, sangat percaya mana mungkin kamu bermain dengan bocah ini,". Kata bu Lela
"Bagaimana Masalah ini,". Kata salah satu petugas kepolisian yang mengatasi Masalah ini.
"Kami ingin menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan pak,". Sahut ayah Sintia.
"Bagaimana saudara pak Rudy,".
"Saya juga pak,karena dia murid saya,". Jawab Rudy.
"Baiklah. Berarti Kasus ini di tutup,".
"Baik pak,kami semua permisi,". Kata Rudy.
Semua orang pergi dari kantor polisi itu.
"Pah, kenapa mengambil keputusan seperti itu. Sintia gak mau,". Bentak Sintia.
"Diam kamu,dasar anak tidak tau diri,". Sang ayah membentak Sintia juga.
"hari sudah sore,besok saja kita rundingkan masalah ini,". Ucap Rudy. Menghampiri keluarga Sintia.
"Bapak,gak boleh gitu dong. Harus tanggung jawab,". Teriak Sintia.
"Maafkan anak saya pak. Saya kurang mendidik anak-anakku,". Pak Johan meminta maaf kepada Rudy.
"Iya pak,tapi saya tidak mau tinggal diam masalah ini,besok saya dan keluarga datang kerumah pak Johan,".
"Baik pak Rudy, kami akan menunggu besok,".
Sedangkan Sintia,sudah di seret ibunya ke dalam mobil dengan secara paksa.
"Kamu bikin malu saja,untung pihak sekolah belum tau,". Geram sang ibu
"Bu, Sintia. Gak pernah bohong,aku dan pak Rudy sering melakukan itu,". Isak tangis Sintia.
"Tapi kamu juga bermain dengan pria lain,anak durhaka kamu. Bikin malu keluarga,".
"Ampun bu,ampun,".
Sang ibu menekan kepala Sintia ke jendela mobil.
tak lama pak Johan,ayah Sintia. masuk kedalam mobil dengan raut wajah memerah.
"awas kamu Sintia,sudah bikin malu dengan tingkah lakumu. sesama dirumah aku akan memberimu pelajaran,". geram sang ayah.
"pah, Sintia tidak salah,". rengeknya
"kamu bilang tidak salah, video bejatmu itu sangat banyak,kamu mau jadi apa Sint,mana ada lelaki mau sepertimu yang sudah bekas. belom lagi video-video tersebar kemana-mana,mau di taruh mana muka ibu Sint,". teriak sang ibu Sintia.
"aku tak sudi memiliki anak seperti mu Sint,bikin malu. harga dirimu sangat murah,kita ini keluarga baik-baik,". kata pak Johan.
Sintia diam dalam isak tangisnya.dia kira Rudy akan bertanggung jawab perbuatannya, ternyata Sintia salah duga malah dia yang kena imbasnya dari amarah sang ayah.
harus apa lagi aku,bisa mati jika papah memberiku pelajaran dirumah nanti,batin Sintia.
tangannya sudah bergetar,wajah putih memucat. ia sangat takut dengan amukan sang ayah.