Part 42

1031 Kata

    Dyra turun dari motornya dengan lemas. Setelah sadar dan mengisi perutnya yang kosong, ia dianjurkan (baca dipaksa) untuk pulang oleh Dea. Mengingat kondisinya yang lemah, pasti Dea tidak akan konsentrasi saat belajar. Bahkan tadi Dea hendak mengantarkan Dyra pulang. Jika saja Dyra tidak ahli dalam bersilat lidah. Bisa dipastikan ia akan pergi ke apartmentnya terlebih dahulu kemudian setelah Dea pergi, ia baru kembali ke rumahnya. Itu pasti akan sangat merepotkan dan melelahkan. Setelah meletakkan helm pada lemari yang berada di garasi, Dyra melangkah memasuki rumah.     "Loh, Non Dyra kok sudah pulang?" tanya Bi Siti yang sedikit terkejut melihat Dyra dengan pakaian olahraganya.      "Tadi pingsan, jadi disuruh pulang."     "Ya ampun, Non. Terus Non nggak papa, kan?" tanya Bi Siti.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN