Babak Baru

1574 Kata

Melati kembali duduk bersama kedua anaknya. Dia melanjutkan ceritanya yang tadi terpotong. "Setelah ayah kalian pulang kerja, ibu cerita tentang permintaan Widya yang memohon agar kami mengadopsi anaknya. Ayah kalian langsung setuju karena kami memang sudah mendambakan seorang anak."  Ray dan Alya mulai berdebar menunggu kelanjutan cerita ibu mereka. Mereka berdua diam menanti ibu mereka melanjutkan ceritanya tanpa berani menginterupsi. "Ibu akhirnya memberi jawaban pada Widya bahwa kami bersedia mengadopsi anak yang akan dilahirkannya nanti. Widya menangis mendengar jawaban ibu. Dia sebetulnya merasa berat untuk melepaskan bayinya kelak tapi dia merasa tak punya pilihan lain untuk melanjutkan hidupnya."  Melati kembali meneguk tehnya. Tenggorokannya terasa kering. Dia merasa berat unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN